Berikut adalah artikel tentang Diundur Mak Itam Tak Jadi Beroperasi Saat Hari Jadi Kota Sawahlunto Cek Tanggalnya yang telah tayang di sildenafiltg.com terimakasih telah menyimak.

TRIBUNPADANG.COM, SAWAHLUNTO –┬áLaunching pengaktifan kembali lokomotif uap “Mak Itam” di Kota Sawahlunto, Sumatera┬áBarat (Sumbar) diundur menjadi tanggal 20 Desember 2022.

Kasi Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Sawahlunto, Zufriadi menyebut, launching Mak Itam sebelumnya direncanakan akan dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi ke-134 Kota Sawahlunto, Kamis (1/12/2022).

“Rencana awal akan dilaunching langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir bertepatan dengan hari jadi, tetapi karena beliau berhalangan jadi diundur,” ungkapnya kepada TribunPadang.com, Senin (28/11/2022).

Ia menjelaskan, nantinya rute yang akan dilalui oleh Mak Itam yaitu mulai dari Stasiun di Museum Kereta Api Sawahlunto menuju stasiun Muaro Kalaban dan sebaliknya.

“Untuk saat ini pengoperasian Mak Itam ini nantinya tidak akan kita gunakan untuk sarana transportasi tetap, tetapi fokus k pada pariwisata,” ujar Zufriadi.

Baca juga: Kereta Api Jalur Sawalunto-Muaro Kaban Dilalui Replika Mak Itam, Setiap Sabtu dan Minggu

Sementara Manajer Sarana PT. KAI Sumbar Basiran menyebut, persiapan Mak Itam untuk dioperasikan kembali sudah selesai dan siap di launching.

“Uji coba sudah kami lakukan sekira 10 kali, Alhamdulillah lancar tanpa adanya halangan,” ucap Basiran.

Ia menambahkan, dari 10 kali uji coba tiga kali itu dari stasiun Museum Kereta Api Sawahlunto sampai stasiun Muaro Kalaban.

“Dua kali kami lakukan tanpa gerbong, dan satu kali menggunakan gerbong, semuanya lancar dan aman,” imbuhnya.

Kata Basiran, untuk saat ini, lokomotif Mak Itam dilengkapi dengan satu gerbong dengan kapasitas 30 orang.

Baca juga: Stasiun Solok, Saksi Sejarah Kejayaan Kereta Api di Sumbar yang Kini Terbengkalai

“Rencana Mak Itam ini akan dioperasikan satu kali dalam satu minggu, untuk pariwisata,” terangnya.

Dikatakannya, hal tersebut dilakukan karena mengingat biaya pengoperasiannya yang memiliki biaya yang cukup tinggi karena menggunakan batubara.

“Selain itu pembakaran batubara untuk menaikan uapnya sampai tiga setengah jam sampai siap untuk jalan, jadi opsi satu kali seminggu diambil,” jelas Basiran.

Meski demikian, kata Basiran nantinya keputusan pengoperasian Mak Itam akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Sawahlunto.

“Selain mak itam, kami juga sudah menyiapkan lokomotif diesel untuk transportasi masyarakat setiap hari,” kata Manajer Sarana PT. KAI Sumbar itu.

Ia berharap, nantinya pengaktifan kembali rute stasiun Museum Kereta Api – Stasiun Muaro Kalaban ini dapat memudahkan masyarakat dalam berkegiatan.

Selain itu, Basiran menjelaskan lokomotif uap Mak Itam ini sudah berusia 56 tahun, yang mana Mak Itam pertama kali beroperasi pada tahun 1966. (TribunPadang.com/Hafiz Ibnu Marsal)

Peroleh update kabar alternatif dan breaking news tiap hari dari kami. Mari bergabung di Grup sildenafiltg.com News Update, caranya klik tautan sildenafiltg.com, kemudian join. Anda wajib install aplikasi sildenafiltg.com khususnya dahulu di hand phone. Bila ada yang mau di sampaikan baik keluhan atau kritikan silahkan hubungin email korensponden kami asokizd@gmail.com, Terimakasih.